Jumat, 11 Maret 2011

2 legenda Arsenal yang paling fenomenal

thblog8.jpg
14. Thierry “King” Henry
  • Lahir     : 17 Agustus 1977
  • Posisi    : Penyerang – Target Man
  • Negara  : Prancis
Siapa yang tidak kenal dengan Thierry Henry. Pemain yang telah mendapat semua gelar kecuali Tropi Liga Champion ini di identikan dengan “cheetah” karena merupakan pemain sepak bola dengan kecepatan tertinggi yang pernah ada. Untuk urusan mencetak gol pun tidak perlu ditanya karena ia merupakan salah satu pemain yang paling subur yang ada di muka bumi bahkan dalam sejarah sepak bola itu sendiri. Bersama Arsenal Henry berhasil mendapat 2 gelar liga inggris dan 3 gelar piala FA. Untuk gelar pribadi setidaknya 5 gelar top skor liga Inggris dan dua sepatu emas telah dikoleksinya. Sayang karena masalah keluarga (perceraian dengan Claire Marie) dan hengkanya David Dein membuatnya terpaksa hijrah ke Barcelona dengan harga yang “biasa saja”.di Barcelona Henry bermain cukup bagus namun karena dia merasa kurang betah akhirnya iapun hengkang juga dari abrcelona yaitu ke team redd bull.Akankah di penghujung kariernya yang spektakular Thierry Henry kembali ke Arsenal?


_41625038_bergkamp270.jpg
4. Dennis Bergkamp

  • Lahir : 4 Mei 1987
  • Posisi : Penyerang Tengah
  • Negara : Belanda
Pemain unik. Pensiun pada tahun 2006 pemain ini merupakan legenda Arsenal dan Belanda. Sering mencetak gol spektakuler dan memberikan umpan matang kepada Thierry Henry. Tetapi karena phobia terbang ia jarang berpartisipasi dalam pertandingan tandang Arsenal. Walaupun demikian ia berhasil mengoleksi 3 gelar liga inggris dan 4 gelar piala FA. Sebagai catatan, sebelum memutuskan pensiun. ia telah dua musim menunda gantung sepatu karena desakan suporter Arsenal

Kamis, 10 Maret 2011

Enslikopedia dadang hidayat

Nama : Dadang Hidayat
TTL : Indramayu,28 oktober 1995
Hobby : Bermain sepakbola
Impian : Menjadi pemain sepak bola terkenal di jeman
Idola : Jack Wilshere
Makanan favorit : Mie goreng
Minuman favorit : Banyu atis hahay
Pendidikan : RA PUI Tenajar lor
MI PUI Tenajar lor
MTS PUI Tenajar lor
SMAN 1 jatibarang

jika kalian ingin yang lebih jelasnya silakan datang sendiri di rumahnya di desa tenajar lor RT/RW 06/03.....hahahahay

Rabu, 09 Maret 2011

Wenger didakwa UEFA


Wenger Wenger tidak menyukai keputusan wasit Busacca

Arsene Wenger dan gelandang Samir Nasri didakwa UEFA karena komentar mereka tentang wasit setelah Arsenal dikalahkan Barcelona.

Keduanya didakwa karena dianggap menggunakan "bahasa yang tidak sepatutnya".

Wenger berdebat sengit dengan wasit Massimo Busacca setelah hari Selasa kalah 1-3, yang berarti Arsenal tersisih dari Liga Champion.

Wenger yang berasal dari Prancis ini marah atas keputusan pemberian kartu kuning kedua kepada Robin van Persie di babak kedua.

Pada menit ke-56 saat skor 1-1 dan Arsenal unggul 3-2 secara agregat, van Persie dikenai kartu kuning kedua karena menyarangkan gol setelah Busacca meniupkan peluit offside.

Van Persie beralasan dia tidak mendengar peluit karena tertutup suara ribut 95 ribu penonton di Stadion Camp Nou.

Nasri didakwa UEFA karena dia termasuk di antara pemain yang mempertanyakan keputusan wasit.

Wenger mendatangi Busacca saat peluit terakhir ditiup dan perdebatan sengit terus berlanjut sampai ke terowongan.

"Kalau anda bermain sepak bola di tingkat tertentu, anda tidak bisa memahami keputusan ini," kata Wenger. "Ini menghancurkan pertandingan yang menarik. Kalau dia memberi kartu merah karena tackle yang buruk tidak apa-apa, tetapi ini benar-benar memalukan."

UEFA mengkaji sejumlah laporan dari Busacca sebelum mendakwa Wenger dan Nasri. Kasus disipliner ini akan disidangkan tanggal 17 Maret.

( bbc / bbc )

Van Persie: wasit membunuh kami


Wasit Massimo Busacca mengganjar Robin van Persie kartu kuning kedua

Penyerang Arsenal Robin van Persie menjuluki wasit Massimo Bussaca sebagai sebuah lelucon setelah memberinya kartu merah dalam laga Arsenak kontra Barcelona di Stadion Nou Camp, Rabu (9/3) dini hari.

Bussaca memberi Van Persie kartu kuning kedua di menit ke-56 setelah tetap menendang bola saat wasit sudah meniup peluit tanda Van Persie terperangkap offside.

Padahal saat itu keuntungan tengah berada di tangan The Gunners setelah Sergio Busquets mencetak gol bunuh diri yang membuat kedudukan sempat imbang 1-1.

Setelah pemain Belanda itu keluar, Barcelona mengendalikan jalannya pertandingan dan akhirnya memenangkan laga itu dengan skor 3-1.

"Saya pikir kartu merah itu berpengaruh buruk pada pertandingan. Kartu merah itu benar-benar sebuah lelucon. Karena bagaimana saya bisa mendengar peluit wasit di antara teriakan 95.000 orang?" kata Van Persie.

"Yang paling parah adalah jarak antara peluit dan tendangan saya hanya satu detik saja. Seharusnya ada empat atau enam detik untuk memeriksa offside," keluhnya geram.

"Kami merasa dikhianati. Saat kedudukan 1-1, kami bermain bagus. Menurut saya wasit sudah membunuh permainan," tandas dia.

Sementara itu, manajer Arsenal Arsene Wenger mencoba bersikap lebih sportif meski mengatakan kartu merah itu tetap berdampak kepada permainan anak-anak asuhnya.

"Kami kalah dari tim yang hebat. Di babak pertama kami bisa menahan gempuran mereka. Saya kira di babak kedua akan lebih menarik jika 11 pemain melawan 11 pemain," kata Wenger.

Tetapi Wenger sependapat dengan Van Persie soal kartu kuning keduanya.

"Dengan ribuan orang berteriak, dan saat Robin melakukan tembakan saya kira tak ada alsan untuk memberikan kartu kuning kedua. Wasit nampaknya tidak pernah bermain sepakbola," sindir manajer asal Prancis itu.

Manajer Barcelona Pep Guardiola memahami kegusaran Van Persie dan Arsene Wenger namun dia menegaskan penampilan konsisten Lionel Messi dkk yang menjadi penentu hasil laga

"Arsenal bertahan dengan sangat bagus. Saya sangat paham kesulitan 10 pemain melawan 11 pemain," kata Guardiola.

( bbc / bbc )

Rabu, 16 Februari 2011

Jelang Arsenal vs Barcelona Wenger Takkan Pakai Cara Mourinho

London - Musim lalu Inter berhasil menyingkirkan Barcelona dan membuat raksasa Spanyol itu gagal mempertahankan gelar juara Eropa. Tapi untuk meniru cara Jose Mourinho, Arsene Wenger terlalu "gengsi".

Di semifinal Liga Champions musim lalu Inter menundukkan El Barca 3-1 di Giuseppe Meazza dan kalah 0- di Nou Camp. Mereka unggul 3-2 secara agregat, lalu mengalahkan Bayern Munich di final dan tampil sebagai juara.

Saat melawat ke Catalan di leg kedua, Inter bermain sangat defensif. Jika Barca sampai membuat 555 passing, klub Italia itu cuma 67 (!). Namun cara Mourinho itu terbukti ampuh buat meredam skuad Pep Guardiola.

Diingatkan soal itu, Wenger yang nanti malam akan memimpin Arsenal menghadapi Barca di Emirates Stadium dengan tegas menolak untuk tiba-tiba mengubah permainannya menjadi bertahan.

"Inter menang di leg pertama, makanya mereka bertahan di leg kedua. Pemain mereka rata-rata umurnya 30 sampai 33, dan mereka berkembang di Italia, di mana mereka terdidik untuk memainkan sepakbola yang sangat taktis seperti itu. Kami Arsenal. Kami cuma bisa bertahan dengan kualitas yang kami miliki, baik secara individu maupun sebagai tim," tutur Wenger dikutip Guardian.

"Kalau Anda ingin kami bermain umpan-umpan jauh dan lemparan ke dalam yang panjang besok, itu lebih buruk daripada permainan kami sendiri. Tentu saja kami ingin meredam kekuatan mereka (Barca). Kami biasanya menguasai bola 60%, lawan kami 40%, atau 70% dan 30%. Besok mungkin bisa agak kebalikan. Jika kami bertahan, kami harus bertahan dengan tenang dan penuh determinasi."

Arsenal musim lalu juga bertemu Barca di babak perempatfinal. Menahan 2-2 di leg pertama di London, mereka disikat 1-4 di pertandingan kedua di tanah 'Matador'. Wenger menyatakan, tahun lalu kekuatan mereka tidaklah ideal.

"Waktu itu kami bukanlah Arsenal yang sesungguhnya. Di partai pertama kami kehilangan (Andrey) Arshavin setelah 30 menit, dan (William) Gallas di babak pertama. Jadinya kami sudah melakukan pergantian dua kali. Kami juga kehilangan (Cesc) Fabregas di menit terakhir, sehingga kami melakoni game kedua dengan tiga pemain kunci yang tidak fit.

"Saya yakin, dari segi kepercayaan dan mental, hari ini kami adalah tim yang sangat berbeda," sambungnya. "Saya bisa katakan, kami dalam kondisi ideal untuk menghadapi mereka. Kami tidak mengeluh. Kami punya keyakinan, konfidensi. Para pemain juga juga: 90% di bulan Februari."

PEP : Arsenal lawan terberat


JELANG 16 BESAR LIGA CHAMPIONS
Pep: Arsenal Lawan Terberat
Rabu, 16 Februari 2011 | 06:21 WIB
BARCELONA, KOMPAS.com — Pelatih Barcelona Pep Guardiola mengaku tak suka bertemu Arsenal di babak 16 besar Liga Champions musim ini. Menurutnya, Arsenal lawan terberat buat Barcelona.
Barcelona akan bertindak sebagai tuan rumah lebih dulu pada babak 16 besar Liga Champions di Camp Nou, Rabu atau Kamis (17/2/2011).
"Saya tak pernah mengharapkan pertandingan besok (lawan Arsenal). Namun, pertandingan itu akan sangat menarik. Saya kira pertandingan juga tak akan ditentukan di leg pertama nanti. Jika kalah dengan selisih gol cukup besar, kami akan tampil habis-habisan di leg kedua," papar Guardiola.
"Saya suka Arsenal, tetapi tak suka melawan mereka. Alasannya karena mereka jago menguasai bola. Mereka tak hanya berlari dengan bola. Saya kira pertandingan nanti akan lebih ketat dibandingkan dengan pertemuan musim lalu," tuturnya.
Musim lalu, Arsenal menahan Barcelona 2-2 di Stadion Emirates. Namun, di leg kedua Barcelona sukses menang 4-1.
Guardiola juga mengaku suka dengan permainan Samir Nasri. Maka, dia berharap pemain asal Perancis itu bisa memperkuat Arsenal meski sempat dikabarkan cedera.
"Ya, saya berharap Nasri bermain. Saya lebih suka dia bermain dan ia akan bisa memengaruhi tim dan pertandingan," ujarnya.
"Melawan Arsenal memang partai yang ketat. Mungkin ini pertandingan paling berat dan rumit yang pernah kami hadapi. Kami harus mempersiapkan diri dengan baik, harus kuat dan melakukan pekerjaan dengan baik. Saya kira pertemuan ini lebih baik terjadi di perempat final atau semifinal," ungkapnya.
Meski berat, Guardiola optimistis bisa kembali mengalahkan Arsenal. Dia yakin timnya punya kapasitas untuk itu.
"Kami harus mencoba dan bermain dengan baik, mengendalikan bola dan mencetak gol. Itu sangat vital karena kami bermain di kandang. Saya sangat menghormati Arsenal. Mereka selalu mencoba menyerang. Dua pertandingan kami pada musim lalu sangat mengesankan," kata Guardiola.